Sangat disayangkan, obyek wisata sekaligus situs sejarah ini, Eya mengatakan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, bahkan dengan kondisi boyek wisata yang memperihatinkan ini sering mengundang tindak kriminalitas dengan banyaknya kerawanan pencurian kura-kura belawa yang dipercaya memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
"Untuk menghindari hal itu, kami harus berjaga 24 jam, selama ini untuk mengelolahnya kami hanya mengandalkan retribusi dari tiket masuk yang hanya dibandrol Rp2 ribu per tiket dan donatur" paparnya.
Ia mengaku obyek wisata ini lumayan dikunjungi jika hari libur wisatawan yang berkunjung mencapai 50-100 orang dan hari biasa mencapai 20 orang.
Selain kura-kura yang dikramatkan tempat lain juga seperti sumur disini dimanfaatkan warga yang ingin meminta sesuatu. "Kami berharap adanya perhatian agar obyek wisata ini bisa dikelolah dengan baik" tukasnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.