"Dilemparlah kitab suci Al-Qur'and ke sebuah halaman dekat pondok pesantren itu," kata dia, baru-baru ini.
Selang beberapa waktu, ungkapnya, dari halaman itu muncul mata air dan seekor kura-kura, setelah itu Jaka mencoba bercermin di sebuah sumur yang ada disitu dan ia kaget karena wajahnya terlihat normal, sontak ia merasa gembira dengan perubahan pada wajahnya itu.
"Dari situlah kisah kura-kura belawa ada, tahun ke tahun kura-kura itu mengalami perkembangbiakan," ucapnya.
Akan tetapi, lanjutnya, di 2010 terjadi insiden kematian massal kura-kura belawa hanya tersisa 72 ekor kura-kura yang sudah berusia 60 tahun dengan berat 15 kilogram. Untuk yang berukuran kecil sendiri sekitar 300 ekor.
"Perbedaan kura- kura di laut dan kura-kura belawa ada pada tulang rusuk kura-kura belawa di tempurungnya" terangnya.