PARIAMAN - Bertekat menjadi pusat destinasi wisata di Sumbar dan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata, Kota Pariaman menggelar Fashion Parade 2016. Launching Fashion Parade ini digelar kemarin di Balairung, Rumah Dinas Walikota Pariaman.
Pariaman Fashion Parade ini adalah agenda wisata tahunan yang diadakan Pemerintah Kota Pariaman, setelah sukses melaksanakanya pada tahun 2015 yang lalu. Kali ini tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Kota Pariaman mendatangkan desainer ternama Indonesia yang berasal dari Padang, Pekan Baru, Medan, dan Jakarta.
Seperti Oki Wong (Medan), Rico Bije Reybonte (Pekab Baru), Ade Lostiani (Padang), Folmalhaut Zamel (Padang), En Shirikie (Padang), Andri Tanzil (Padang) sedangkan desaigner dari Kota Pariaman dihadiri oleh Ses Fitria dan Amarullah Imam.
Pariaman Fashion Parade 2016 ini akan diadakan pada tanggal 13-15 Mei 2016, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Pariaman.
”Untuk menggenjot kunjungan wisata, kita akan adakan iven setiap bulan. Kami sedang mengevaluasi untuk ivent yang akan datang agar sejalan dengan musim liburan, sehingga akan semakin banyak kunjungan orang yang datan. Kepada para wartawan, saya minta agar ikut mempromosikan event-event tersebut baik melalui media cetak, elektronik, media online maupun facebook,” tutur Mukhlis, dilansir Riaumandiri.
Mukhlis juga menegaskan Fashion Parade ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha dan UMKM yang ada di Kota Pariaman. Di samping untuk menambah kualitas disain sesuai dengan selera konsumen juga akan menambah pangsa pasar mereka. Hal ini diamini oleh disaigner muda Kota Pariaman Sesfitria dan Amarullah Imam.
”Dengan adanya Fashion Parade, Ilmu saya bertambah dan saya bisa membuat desain lebih baik dengan dibantu oleh desainer senior dan sekarang pendapatan saya jauh lebih meningkat dari sebelum saya mengikuti pagelaran Pariaman Fashion Parade ini. Bahkan hasil karya saya sudah dipesan dari warga Makassar,” ungkap Sesfitria.
Ketua Dekranasda Kota Pariaman, Reni Mukhlis, juga mengungkapkan kelemahan desainer di Kota Pariaman berada pada kemampuannya membuat motif desain yang belum sesuai dengan selera pasar, dan desain yang dibuat masih bersifat lokal.
“Kelemahan Industri kita berada pada disain, dengan dibantu oleh desaigner seperti buk Ade Listiani, produk kita banyak diminati oleh pasar, waktu acara Inacraf di Jakarta, banyak pengunjung yang minat dan memesan,” ungkap Ketua Dekranasda ini.
Acara launching Fashion Parade ini, dimulai dengan tanya jawab dengan wartawan (press conference), sambutan Walikota Pariaman yang dilanjutkan dengan pemukulan gong, yang menandakan dibukanya Fashion Parade dan penampilan peragawan/wati dengan memakai baju dengan desain perpaduan lokal dan modern dari para desaigner.
(Amril Amarullah (Okezone))
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.