“Kalau melihat potensi, tentu Cirebon sangat berpotensi untuk dikunjungi wisatawan Timur Tengah, apalagi banyak menyuguhkan tradisi Islam Jawa,” ujarnya.
Sultan Arief menambahkan, seharusnya Cirebon merupakan salah satu “wisata halal” yang ada di Indonesia, mengingat di Cirebon mayoritas umat Islam. Apalagi Cirebon merupakan daerah yang relatif sudah siap menjadi salah satu kota “wisata halal” di Indonesia.
“Seharusnya Cirebon lah yang menjadi kota ‘wisata halal’ karena daerah ini memang mayoritas Islam, bukannya Bali,” tambahnya.
Pada bagian lain Arief menegaskan, dengan akan diadakannya “Festival Pesona Cirebon 2016″, maka Kota Wali ini siap deklarasikan menjadi kota tujuan wisata. “Oleh sebab itu, dalam berbagai event kami akan terus promosikan potensi wisata Cirebon kepada wisatawan lokal dan mancanegara,” imbuh dia.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon, kunjungan wisatawan selama 2015 mencapai 481.223 orang untuk wisatawan domestik, sedangkan dari wisatawan asing mencapai 6.831 orang.
Adapun tingkat kunjungan hotel selama 2015 di Kota Cirebon mencapai 7.957 orang untuk tamu dari wisatawan asing, sedangkan tamu hotel dari wisatawan domestik mencapai 190.110 orang.