Namun di balik itu, Sonny menegaskan, perlu diwaspadai dan ditelaah kembali fungsi kehadiran dari ajang bergengsi ini. Apakah hanya sekadar berdagang atau ajang penelur ide-ide baru yang berisikan muatan lokal. Sebuah ajang kreatif yang tak hanya menempatkan pebisnis mode, tapi juga seharusnya setelah berjalan menuju tahun kelima, sudah mempu menyekolahkan para calon desainer muda berbakat dan memintarkan mereka sebagai generasi penerus pencinta dunia fesyen Indonesia.
Menurutnya, tolok ukur dari keberhasilan dari ajang bursa mode berkelas dunia, mungkin tak cukup hanya omzet semata. Tapi lebih dari itu, mampu mengajarkan para desainer muda bagaimana cara mempresentasikan karya yang berkonsep dan penuh dengan ide baru, bagaimana menyikapi tren yang hadir atau tengah berlaku. Selain itu, bagaimana mengajarkan perancang yang terlalu kebarat-baratan atau sebaliknya, merevisi kreasi desainer yang terlalu lokal dan kurang progresif. Jika ini tidak dibenahi, apa arti dari buku ‘Trend Indonesia’ yang dibidani almarhum Irfan Nukman yang mampu menjembatani gaya tampilan global dan lokal.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.