Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan Sonny Muchlison soal Indonesia Fashion Week 2016

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Senin, 14 Maret 2016 |13:19 WIB
Catatan Sonny Muchlison soal Indonesia Fashion Week 2016
Sonny Muchlison memberikan catatan penting soal Indonesia Fashion Week 2016 (Foto: Sabki/Okezone)
A
A
A

INDONESIA Fashion Week 2016 sudah berakhir semalam. Ada beberapa catatan penting dari Sonny Muchlison, pengamat mode dan gaya hidup ternama Indonesia, terkait perhelatan tahunan tersebut.

Sonny mengatakan bahwa Indonesia Fashion Week 2016 menambahkan titel kecil di bawah logo dengan bunyi “Reflection of Culture”, yang kemudian pernyataan ini dikuatkan dengan pidato Puan Maharani, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan saat pembukaan dengan mengatakan sebagai kreasi anak negeri.

Menurutnya, ucapan menteri ini baru saja usai mata tertumbuk pada setelan busana Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia, Poppy Dharsono, dalam balutan hitam putih aksentuasi merah yang polos tanpa atribut kain Indonesia. Ditingkahi lagi dengan munculnya perancang Italia yang disuguhkan di acara yang bertajuk “Reflection of Culture” ini menjadi tanda tanya para tamu yang mengacu pada ucapan sang menteri dengan kalimat kreasi anak negeri. IFW tahun ini diwarnai dengan molornya jadwal peragaan yang membuat sebagian tamu menjadi resah.

Pengamat mode dan gaya hidup ini mengamati, desainer kelas wahid tampil mengesankan, meski ada beberapa di antaranya abai terhadap tema refleksi budaya ini, memang tak harus semua bertumpu pada tema ini karena kreasi mereka patut diacungi jempol dengan ide kreativitas yang mumpuni. Di ajang ini, juga muncul sederetan kain-kain lokal dengan kekhasan masing-masing membingkai peragaan dengan penuh pesona.

Namun sayangnya, sambung Sonny, tiba-tiba penonton disuguhi shock therapy dengan munculnya koleksi busana yang mengatakan berbalut kain ulos cantik dukungan Provinsi Tapanuli tak seyogyanya lagi di era modern seperti sekarang ini, kita memusuhi dan menganggap teknologi cetak saring ini sebagai momok. Namun, di tanah Tapanuli yang memiliki lebih dari 200 perajin ulos tapian Nauli dan sejenisnya, ini membuat miris hati kala teknologi ini mampu melibas kreasi kain-kain bertuah doa ini.

Tak pelak lagi, kehadiran IFW ini adalah ajang kebanggaan bangsa dan kebanggaan para penggiat fesyen negeri ini. Acara tahunan bergengsi ini bak magnet yang mampu menyedot gairah fesyen negeri ini. Siapa yang tak bangga jika bisnis fesyen ini mampu menghasilkan pundi-pundi uang bagi para pebisnis fesyen. Siapa yang tak bangga jika ada berita satu butik busana Islami bisa meraup untung hingga seratus juta rupiah dalam sehari.

Namun di balik itu, Sonny menegaskan, perlu diwaspadai dan ditelaah kembali fungsi kehadiran dari ajang bergengsi ini. Apakah hanya sekadar berdagang atau ajang penelur ide-ide baru yang berisikan muatan lokal. Sebuah ajang kreatif yang tak hanya menempatkan pebisnis mode, tapi juga seharusnya setelah berjalan menuju tahun kelima, sudah mempu menyekolahkan para calon desainer muda berbakat dan memintarkan mereka sebagai generasi penerus pencinta dunia fesyen Indonesia.

Menurutnya, tolok ukur dari keberhasilan dari ajang bursa mode berkelas dunia, mungkin tak cukup hanya omzet semata. Tapi lebih dari itu, mampu mengajarkan para desainer muda bagaimana cara mempresentasikan karya yang berkonsep dan penuh dengan ide baru, bagaimana menyikapi tren yang hadir atau tengah berlaku. Selain itu, bagaimana mengajarkan perancang yang terlalu kebarat-baratan atau sebaliknya, merevisi kreasi desainer yang terlalu lokal dan kurang progresif. Jika ini tidak dibenahi, apa arti dari buku ‘Trend Indonesia’ yang dibidani almarhum Irfan Nukman yang mampu menjembatani gaya tampilan global dan lokal.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement