SETIAP negara memiliki cara sendiri untuk menikmati makanan. Jika Anda memiliki rencana untuk mengunjungi beberapa negara seperti Hongaria, Korea, Kenya, Turki atau Ukraina, sebaiknya cari tahu dulu bagaimana mereka menjamu makan para tamunya.
Dilansir dari The DailyMeal, Senin (22/2/2016) berikut tradisi makan di beberapa negara.
Hongaria
Banyak orang mengatakan Hongaria memiliki dua kebudayaan yang berjalan beriringan, sebuah istilah mengatakan satu kaki Hongaria berada di Timur sedangkan satu lainnya menapak di Barat. Tamu undangan akan dipersilahkan duduk kemudian disuguhkan makanan pertama berupa roti. Roti juga jadi suguhan yang dihidangkan saat diakhir jamuan makan. Selain itu, wine juga jadi suguhan yang sering dihidangkan saat jamuan makan, wine bahkan jadi komponen penting.
Korea
Di Korea, nenek moyang, orang tua dan kepala rumah tangga sangat dihormati terlebih saat di meja makan. Sebelum prosesi makan, anak-anak dan anggota keluarga yang lebih muda harus membungkukkan badan kepada orang yang lebih tua. Selain itu usahakan untuk menjaga agar tidak terjadi kontak mata saat orang tua datang. Orang tua akan memberikan isyarat makan saat dirinya sudah siap untuk makan, kemudian anggota keluarga lainnya mengikuti.
Kenya
"Chakula tayari," atau "Ayo ke meja" dalam bahasa Swahili, adalah cara hangat masyarakat Kenya untuk menyambut ramah tamu. Tradisi makan di Kenya yakni selalu menggunakan tangan kanan untuk menyantap makanan. Tangan yang bersih adalah salah satu hal yang harus diperhatikan karena pasalnya tidak semua masyarakat Kenya makan dengan menggunakan alat makan terutama yang berlokasi di pedesaan. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan adalah ritual wajib di meja makan Kenya.
Turki
Turki adalah negara kuno dengan sejarah yang menjunjung tinggi nilai sosial. Di sini budaya dan tradisi lokal sering bercampur dengan kebudayaan barat. Pada tradisi masyarakat pedalaman, pria dan wanita makan dalam tempat yang berbeda. Ketika makan bersama, tuan rumah atau orang tua mulai makan terlebih dahulu kemudian diikuti dengan orang yang lebih muda dan anak-anak. Di Turki, perempuan jadi pihak utama yang mengolah masakan dan melayani di meja makan.
Ukraina
Di Ukraina, tradisi makan secara formal tidak berlaku. Orang-orang makan bersama selama berjam-jam karena diselingi dengan obrolan dan kegiatan berbagi cerita. Biasanya jamuan makan diselingi dengan bersulang sebagai simbol harapan untuk kesehatan dan kemakmuran. Masyarakat Ukraina selalu menyajikan hidangan lezat dalam jumlah banyak dan ukura yang besar untuk tamu kehormatan yang berkunjung ke kediaman mereka. Selain itu, vodka juga jadi suguhan spesial yang selalu hadir saat jamuan makan malam.
(Santi Andriani)