Salah seorang pegiat Pokdarwis Pesona Cucruk, Yono Yoga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah nama unik untuk makanan tradisional kuliner yang akan disajikan di Jimbrani.
Menurut dia, kuliner dengan nama unik tersebut di antaranya pikantos (keripik anti-atos/keras), ubu (urab budin/singkong), dolar (dodol ubi jalar), marlena (marning legi/manis warna-warni), dewi molek (onde wijen molen keju), dan bonjapi (abon jantung pisang).
"Selain itu, kami juga akan membuat warung 'Gapatar' atau 'sega plataran' (nasi halaman, red.) di sekitar Kedung Cucruk," katanya.
Terkait pengembangan desa wisata di Kaliori, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga Subeno menyambut baik dan mengapresiasi rencana yang muncul atas inisiatif kepala desa dan warga setempat.
Menurut dia, munculnya berbagai desa wisata di Purbalingga akan menambah daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kabupaten itu.