Ketika pesanan datang, ukuran kelapanya terlihat lebih kecil dibanding kelapa dari Thailand. Meski demikian, nampaknya satu porsi saja sudah cukup puaskan selera Anda.
Puding disajikan langsung dalam kelapa utuh lengkap dengan daging kelapanya. Sayang, kelapa yang digunakan memang kelapa tua, sehingga daging kelapanya cukup keras ketika disendok.
“Memang sengaja kami bikin pakai kelapa tua. Karena kalau kelapa muda, nanti puding kelapanya tidak bisa jadi puding,” tambahnya.
Cara menyantapnya unik, serasa makan kelapa utuh, namun sebenarnya ini adalah puding. Warna pudingnya juga mirip seperti air kelapa sungguhan, cenderung transparan dan sedikit putih susu.
Uniknya lagi, ketika disantap pudingnya terasa dingin. Sampai dimulut, tekstur lembutnya langsung menyapa. Manis, sedikit gurih dan khasnya air kelapa juga langsung menyebar ke seluruh area mulut.
Sampai tenggorokan, sensasi dingin dan lembutnya mengalir hingga ke perut. Ketika menyantap puding, rasanya seperti makan air kelapa dalam bentuk jelly lembut dan benar-benar unik. Kalau mau ada sensasi gurihnya lagi. Daging kelapanya juga bisa langsung dikeruk dan disantap.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.