“Ini bagian langit-langit kita kasih lampu yang seperti hujan meteor, di ujung sana juga ada api unggun dan kabut pegunungan yang sering ditunggu-tunggu pengunjung,” tambah pria 25 tahun ini.
Api unggun yang dihadirkan tentu saja bukan api unggun sungguhan tetapi api unggun tiruan yang diberi efek lampu seperti api dan asap yang selalu menyembul dari bagian atas api unggun. Sedangkan kabut pegunungan dibuat dengan menggunakan bahan dan alat khusus sehingga asap yang menyerupai kabut terlihat membumbung memenuhi area kemping. Sementara pada sebuah tiang di bagian tengah Anda bisa menemukan papan hiasan bertuliskan: Puncaknya Tangerang 0013 MDPL.
Bara mengatakan, hal ini sengaja dihadirkan agar pengunjung merasa seolah benar-benar sedang kemping. “Biar berasa di gunung, padahal masih di Tangerang,” pungkasnya diselingi tawa.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.