Serat yang larut dalam air akan membuat feses atau kotoran dalam usus besar mejadi lebih lunak. Feses yan lunak akan ramah untuk otot 'stifiger' atau klep di anus yang menahan kotoran. Kotoran yang keras sebaliknya akan menekan pembuluh darah di anus hingga melebar (farises) dan bisa sampai sebabkan pendarahan.
Cegah penyakit metabolik, termasuk diabetes
Serat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyakit metabolik, seperti penyakit jantung dan diabetes. Studi 1999 oleh American Diabetic Association dan penelitian di Indonesia oleh AKG menunjukkan hasil yang hampir sama dalam penelitian mengenai hubungan serat dan diabetes. Konsumsi serat 25-35 gram setiap hari dapat menurunkan angka kejadian diabetes 30-40 persen.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.