Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Payung Legendaris Kirab Suro di TMII

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2015 |17:28 WIB
Kisah Payung Legendaris Kirab Suro di TMII
Payung legendaris (Foto: Helmi/Okezone)
A
A
A

PADA Tahun Baru Islam 1437, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar kirab Agung Suro. Dalam iring-iringan, Sasong Agung Tundha Tiga selalu hadir. Apa itu?

Sasong Agung Tundha Tiga merupakan sebuah Payung tingkat tiga. Setiap tingkatnya mempunyai makna berbeda, misalnya tingkat 1 Tuhan, tingkat 2 sesama manusia dan tingkat 3 lingungan hidupnya.

Payung tersebut dapat kita lihat di pameran Gebyar Pesona Museum Nusantara di Museum Indonesia TMII, tepatnya di stan Museum Pusaka. Dari papan penjelasan, Payung Sasong Agung Tundha Tiga merupakan lambang kematangan jiwa yang membuat seseorang terlindung dari terpaan derita dan dosa.

Artinya, seseorang mampu membuat hubungan yang senantiasa harmonis dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan hidupnya. Harmonisasi antara ketiganya akan membuat dunia menjadi "Rahayu". Makna "Rahayu" di sini adalah keadaan sejahtera dan penuh rasa bahagia.

Karena itu, payung ini dipergunakan untuk mendampingi Songsong Agung pusaka utama dalam kirab Suro di TMII sejak tahun 1994. Sementara itu, Songsong Agung merupakan tombak peninggalan Majapahit atau lebih dikenal sebagai Tombak Sunan Ampel.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement