Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Umum Membludak tapi Tidak Merata, Kenapa?

Erika Kurnia , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2015 |16:37 WIB
Dokter Umum Membludak tapi Tidak Merata, Kenapa?
Dokter umum membludak tapi tidak merata (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PROFESI dokter masih banyak diminati masyarakat hingga kini. Tidak heran jika lulusan pendidikan kedokteran yang siap menjadi dokter umum terus membludak. Sayangnya, jumlah tersebut masih belum bisa menyebar di seluruh Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Zaenal Abidin, MH, saat diwawancarai Okezone. Ia mengungkapkan, jumlah dokter yang banyak pada realitasnya masih belum dapat mengisi penuh puskesmas sampai ke Timur.

“Problemnya, mungkin karena kesehatan belum jadi prioritas pemerintah keseluruhan. Pemerintah harus punya perencanaan untuk penyebaran dokter, melihat rasio luas wilayah, dan sebagainya,” tutur dr Zaenal yang akan mengakhiri jabatannya tahun ini.

Ia memberi contoh seperti pada Sistem Kesehatan Nasional 2014 yang menyebutkan di wilayah perkotaan tiap 3.000 penduduk, harus memiliki satu dokter yang bertanggung jawab. Bila berlebih, mereka harus rela dikirim ke luar. Sayangnya, ia menuturkan, banyak dokter tidak mau ke daerah karena pemerintah tidak memerhatikan kesejahteraan dokter.

“Menkes Bu Nafsiah pernah bertanya, kenapa nggak ada dokter yang mau pergi jauh untuk berjuang seperti dulu? Ini karena dulu dokter sekolah dibayar pemerintah, sementara sekarang mereka bayar sendiri. Kalau pemerintah mau mengompensasi pendidikan dan kesejahteraan mereka, pasti banyak dokter tidak menolak,” tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement