Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Motif Batik Khas Jawa Tengah

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2015 |16:21 WIB
Mengenal Motif Batik Khas Jawa Tengah
Batik (Foto: Craftincraft)
A
A
A

Banyumas

Gaya Belanda dapat dilihat dengan adanya pemakaian bingkai merah dengan coraknya yang dikenal dengan gaya materos, yaitu batik dengan warna sogan kemerahan dengan latar ukel. Pengaruh keraton Yogyakarta pada batik Banyumas dapat dilihat dari warna dan motifnya, yaitu soga hitam dan soga cokelat dengan motif semen, kawung, dan parang, yang dikenal dengan nama batik kanjengan. Di Banyumas dikenal juga dengan batik blanko. Disebut demikian karena pembatik Banyumas membeli kain mori dari Lasem yang pinggirannya sudah dibatik, sedangkan tengahnya kosong yang kemudian diisi oleh pembatik Banyumas.

Tegal

Tidak banyak yang tahu bahwa Tegal pernah menjadi sentra batik sezaman dengan Pekalongan. Pembatik Tegal menghasilkan tutup altar atau meja persembahyangan dengan dominasi motif yang menggambarkan simbol-simbol budaya Cina, seperti naga murka, delapan dewa, burung hong, juga burung phoenix.

Pekalongan

Selain dikenal dengan penghasil batik, Pekalongan juga sebuah kota atau wilayah perdagangan yang secara dinamis mengikuti perkembangan pasar. Ini tentu saja membawa pengaruh pada perkembangan batik. Konon, batik di Pekalongan awalnya dibuat untuk peralatan upacara dan dalam pembuatannya menggunakan lilin dari daun sebagai perintang warna. Perkembangan batik Pekalongan beragam. Pengaruh India muncul dan berkembang dalam bentuk dan motif jlamprang. Ada pula batik Pekalongan yang mendapat pengaruh dari Belanda dan Cina.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement