Selama menjabat sebagai Head of Product Marketing untuk Application Platform di Micro Indonesia, Maya mampu mengembangkan skala bisnis yang dikelola menjadi 200 persen tumbuh jauh lebih cepat dari para pesaingnya.
Diakui Maya, prestasinya ini tidak luput dari kerja keras. Tapi, jika menilik masa kecilnya, tak mengherankan jika Maya memiliki karier yang sukses. Maya adalah langganan juara kelas, juara umum, hingga berbagai lomba cerdas cermat mata pelajaran eksakta.
“Saya dari kecil memang selalu juara dari SD sampai SMA. Jadi teman-teman saya lihatnya saya ini nerd (culun) banget. SMP juara cerdas cermat, SMA juga juara cerdas cermat matematika, fisika, dan kimia. Buat sebagian orang mungkin membosankan belajar, tapi aku memang suka,” tuturnya pada Okezone.
Dilahirkan di keluarga sederhana dari ayah dan ibu seorang guru, Maya mengaku tidak pernah dipaksa belajar oleh orangtuanya. Ia menyebut kebiasaannya tekun belajar lahir dari learn by example. Bagi Maya, belajar merupakan kesenangan. Di waktu senggang pun ia senang mendengar audio book dan menganggap ini sebagai hobi.
“Kebetulan orangtua saya memang guru, jadi aku banyak belajar dari mereka. Orang-orang enggak heran saya berprestasi karena mungkin orangtuanya juga guru. Yang menarik, saya di keluarga tidak pernah disuruh belajar, misalnya ditanya kamu belajar dong atau sudah ngerjain PR belum? Dulu ibu saya kalau malam menyiapkan bahan untuk mengajar. Jadi ketika melihat ibu ya saya belajar sendiri.”
Ia mengaku berprestasi karena memang ingin berprestasi dan melakukan yang terbaik tanpa harus disuruh. Karena dua kakaknya juga sama-sama murid teladan ditambah dengan kondisi keluarga yang sederhana, prestasi yang diperolehnya tidak kelak membuatnya diperlakukan khusus oleh orangtua.