Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyaris 100% Septic Tank di Indonesia Jorok

Nyaris 100% <i>Septic Tank</i> di Indonesia Jorok
Nyaris 100 persen septic tank di Indonesia tak sehat (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

PADANG — Sebanyak 83 persen kondisi septic tank di Indonesia tidak kedap air. Akibatnya, air limbah tersebut menjadi sumber penyakit karena meresap ke dalam tanah dan sampai ke sumber mata air. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Aliansi Kota Kabupaten Peduli Sanitasi (AKKPS) Indonesia, Josrizal Zain.

“Banyak masyarakat merasa bangga sudah lima tahun tidak pernah melakukan penyedotan limbah tinja. Padahal jika mereka tahu ini sangat berbahaya sekali,” ucap Josrizal kepada wartawan.

Ia mengatakan, untuk mengatasi hal ini, perlu diinformasikan kepada masyarakat tentang model septic tank yang benar, berupa septic tank kedap air.

Untuk mendukung hal ini, AKKPS merencanakan adanya pertemuan dengan 444 bupati dan walikota dan 12 gubernur se-Indonesia dengan tuan rumah adalah Kota Padang yang diramu dalam kegiatan City Sanitation Summit (CSS) pada November mendatang. Kegiatan yang akan membahas sanitasi lingkungan ini juga mendapat dukungan dari Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek.

“Bahkan beliau siap mem­fasilitasi kedatangan Mendagri dalam kegiatan tersebut,” ucapnya.

Josrizal juga mengatakan dalam pertemuan tersebut forum juga akan mendorong penggunaan anggaran bidang kesehatan di APBN dan APBD untuk lebih bermaanfaat. Jika selama ini ang­garan kesehatan berjumlah 10 persen terserap pada pembelian alat kesehatan, untuk ke depan hal ini harus diubah.

“Kami menginginkan anggaran kesehatan bisa digunakan untuk tindakan preventif. Seperti mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah. Sejauh ini, hal-hal seperti ini seakan dilupakan,” ucapnya.

Mantan Walikota Payakumbuh ini juga mengatakan, untuk membenahi sanitasi di Sumatera Barat terdapat anggaran di pusat yang bisa dijemput. Sejauh ini anggaran tersebut tidak bisa digunakan, karena banyak daerah tidak siap untuk memperbaiki sanitasi lingkungan mereka.

“Tapi sekarang 444 daerah siap. Sudah saatnya ang­garan tersebut di­gu­nakan. Nanti masyarakat juga akan dilibatkan, sehingga kesadaran menjaga lingkungan melekat,” ucapnya.

Dalam rancangan yang dibuat AKKPS, dari sisi pendanaan, ini akan pemerintah sebanyak 70 persen, masyarakat 20 persen, 9,5 persen bantuan luar dan 0,5 persen dari dana CSR.

Diharapkan dengan adanya perubahan paradigma dalam memanfaatkan anggaran kesehatan, fasilitas kebersihan dan pengetahuan masyarakat tentang sanitasi meningkat. Diharapkan di pasar-pasar tradisional, terminal tersedia WC yang layak, bukan kotor seperti yang terjadi selama ini.

“Dengan kota yang bersih, masyarakat yang sadar dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan, secara otomatis akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Sumbar yang dikenal dengan dunia pariwisatanya,” tutup Josrizal.

(Retno Wulandari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement