Museum ini tak mengalami kerusakan saat tsunami menerjang Aceh, 26 Desember 2004. Namun beberapa karyawannya jadi korban.
Museum Negeri Aceh kini menjadi salah satu destanasi yang sering dikunjungi wisatawan di Banda Aceh. Diarea museum ini terdapat makam raja-raja Aceh, gapura kuno, dan lonceng Cakradonya hadiah Kaisar Tiongkok kepada Kerajaan Samudera Pasai yang dibawa Laksamana Cheng Ho pada abad 15.
Museum Aceh memiliki ribuan koleksi baik berupa arkeologi, manuskrip, etnografika, seni rupa, geologika, diorama yang menyirat kekayaan budaya, tradisi, flora, fauna, dan lainnya. Benda-benda itu sebagian besar dikoleksi di gedung ruang pamer berlantai empat.
Berbagai koleksi itu bisa menggambarkan jejak perjalanan sejarah peradaban dan kekayaan budaya, tradisi, warisan pusaka di Aceh dari masa ke masa.
Menurut Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, jejak sejarah dan budaya itu bisa dijadikan sarana pembelajaran dan daya tarik pariwisata. Dia mengajak masyarakat terutama generasi muda agar datang ke museum, meningkatkan wawasan.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.