TAMU undangan tampak menikmati saat menyeruput segarnya es dawet yang dijual dalam prosesi siraman calon menantu Presiden Joko Widodo, Selvi Ananda. Selvi tidak lama lagi akan menjadi istri dari Gibran Rakabuming.
Jualan es dawet memang merupakan salah satu ritual adat yang dilakukan masyarakat Jawa dalam sebuah rangkaian prosesi menjelang pernikahan. Es dawet sendiri merupakan minuman khas dari Kota Jepara, Jawa Tengah. Namun seiring perkembangan zaman, es dawet menyebar ke seluruh kota, mulai dari Kota Semarang, Solo, Jakarta, Bandung, dan kota lainnya. Es dawet yang paling terkenal salah satunya adalah es dawet ayu yang berasal dari Kabupaten Banjarnegara.
Dawet pada es dawet terbuat dari tepung beras. Untuk membuat minuman ini, juga menggunakan santan agar rasanya lebih gurih dan lezat. Sementara untuk pemanisnya, yaitu menggunakan gula merah yang sudah dicairkan. Es batu tentunya sangat penting untuk membuat sajian dawet semakin segar.
Sementara pada sebuah prosesi siraman, jualan es dawet memiliki makna tersendiri. Maknanya, agar kedua pasangan pengantin saling bergotong-royong mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Bukan benar-benar jualan yang identik pembeli membayar dengan uang. Pada prosesi pernikahan, tamu undangan membayar segelas es dawet dengan duit-duitan, yaitu kepingan yang terbuat dari tanah liat.
Dalam prosesi siraman di kediaman calon mempelai wanita, Selvi Ananda, ritual jual dawet diawali dengan orangtua Selvi Ananda yang berjalan menuju gerobak dawet di halaman rumahnya. Setelah itu, ibunda Selvi Ananda menuangkan dawet dalam gelas untuk disuguhkan kepada Didit Supriyadi, sang suami.
Didit Supriyadi pun langsung menerima pemberian segelas dawet dari Partini. Ia langsung meminum dawet pemberian Partini sampai habis.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.