OKEZONE.COM, JAKARTA - Pernah mencoba bubur ase asal Jakarta? Jika belum pernah, Anda bisa mencobanya di Jakarta Fair Kemayoran.
Anda jangan kaget dengan suhu bubur yang disajikan dingin. Ani, pemilik stand bernama Warung None yang ikut meramaikan event Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2015 menjelaskan arti bubur yang disajikan bersama semur daging sapi ini.
“Bubur ase beda dengan bubur lainnya. Bubur biasa disajikan hangat, kalau bubur ase itu bubur nasi tapi dingin. Ini awalnya kenapa disebut ase (AC),” jelas Ani kepada Okezone di Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2015).
Ani mengatakan, meski buburnya dingin tapi disiram kuah semur yang hangat. “Bubur biasa kan memang hangat, kalau bubur ase ya dingin tapi kuah semurnya yang panas” tambah Ani.
Masyarakat Indonesia yang terbiasa menyantap makanan dengan suhu panas, maka agak aneh rasanya jika menyantap makanan dingin.
Semur yang digunakan adalah semur yang sama dengan pelengkap pada nasi uduk, hanya saja kuah yang digunakan jumlahnya banyak. “Pakai kuahnya banyak jadi, seperti pengganti kuah kari pada bubur biasa” tutup Ani.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.