Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amputasi Bukan Jalan Terakhir Penderita Diabetes

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2015 |20:15 WIB
Amputasi Bukan Jalan Terakhir Penderita Diabetes
Amputasi bukan jalan terakhir diabetesi (Foto: Ehow)
A
A
A

LUKA atau (ulkus diabetikum) pada penderita diabetes mellitus biasanya sembuh dalam hitungan minggu dan bulan. Tentunya dukungan keluarga dari si penderita sangat diperlukan.

Kontak bersama keluarga atau teman dapat memicu aktifitas positif bagi diabetesi, agar si penderita tidak mudah emosi, demi peningkatan perilaku kesehatan. Selain itu, kebersihan lingkungan, suasana seperti di rumah mampu juga meningkatkan kondisi psikologis pasien.

Staf Dosen di Departemen Dasar Keperawatan dan Keperawatan Dasar FIK UI, amputasi bukan menjadi jalan terakhir bagi pasien DM (diabetes melitus) dengan ulkus diabetikum. Namun, lanjutnya, tentu harus dilakukan dengan bersabar.

"Bisa jalan lain selain amputasi, cuma harus sabar. Tetapi kalau dokter mengatakan sudah terlalu jauh nih infeksinya maka harus amputasi. Bagi kita perawat juga yang penting pasien ditangani terlebih dahulu harus sabar," katanya di Kampus UI Depok, Selasa (20/1/2015).

Dewi menyebutkan, saat ini perawatan luka sudah dilakukan dengan baik dan makin modern. Balutan luka diabetesi di era saat ini, bahkan bisa baru diganti tiap tiga hari sekali.

"Sekarang ini banyak balutan modern yang bagus lho, kalau kita pakai balutan konvensional kan dua kali sehari ganti, sehingga lama penyembuhannya belum sembuh sudah diambil lagi jaringan barunya terangkat. Itu menyebabkan luka lama sembuh. Sekarang ini banyak jenis balutan baru baru jadi hari sekali baru diganti," tuturnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement