“Saya memiliki pengrajin yang berasal dari Tasikmalaya. Dia berpotensi sekali untuk mengembangkan kerajinan di kotanya. Namun, ia lebih memilih untuk bekerja di kota karena saya membayarnya dengan gaji standar UMR kota,” jelasnya.
Melihat hal ini, Harry berharap Pemerintah Daerah dapat lebih memerhatikan kebutuhan para pengrajin lokal dengan meningkatkan taraf hidup yang sesuai.
“Memang sudah hukum alam jika seseorang berpindah karena tidak mendapatkan sesuatu yang dicarinya di tempat yang lama. Namun perlu diingat, jika pemerintah setempat ingin mempertahankan budaya yang ada, ingin bordir tetap ada dan pengrajin tidak hilang, mungkin salah satu caranya meningkatkan upah para pekerja pada nominal yang sesuai,” saran Harry.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.