PELOMPAT batu di Nias semuanya laki-laki. Selain menunjukkan kedewasaan dan kematangan secara fisik, mereka juga dianggap sebagai pelindung kampung.
Atraksi Lompat Batu Nias di Gelar Budaya Rakyat menjadi salah satu kesenian budaya yang memukau pengunjung Monumen Nasional (Monas). Hampir semua pelompat Batu Nias merupakan laki-laki.
Orang-orang Nias biasa menyebut tradisi Lompat Batu dengan sebutan fahombo batu. Tradisi ini hanya boleh diikuti oleh laki-laki dan sama sekali tidak memperbolehkan perempuan untuk ikut serta.
"Memang semua pelompat batu itu laki-laki. Hal ini karena memang pelompat batu itu dianggap sebagai pelindung," jelas pelompat batu, Septianus Bulolo kepada Okezone dalam acara Gelar Budaya Rakyat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 2 November 2014.