Pada pementasan Wayang Ajen malam itu, Ki Dalang Wawan memang sering menggunakan bahasa-bahasa yang komunikatif dan akrab di telinga anak-anak muda. Ki Dalang Wawan sendiri mengakui bahwa hal tersebut sangat direncanakan dan sengaja dilakukan semata untuk membangun komunikasi dengan penonton baru.
“Khususnya penonton kalangan muda, dan para pejabat yg sehari harinya terbiasa dengan mahasa dan konten itu, sehingga diharapkan pertunjukan wayang ajen ada dalam kehidupan sehari hari mereka,” ujarnya kepada Okezone melalui blackberry messenger, Minggu 2 November 2014.
Di pementasan yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya tersebut juga sesekali membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan, seperti kehidupan kalangan artis. Karenanya, menurut Ki Dalang Wawan bahasa seharusnya bukanlah hambatan dalam berkomunikasi dengan para penonton wayang.
“Bahasa adalah media komunikasi, sehingga bukan sebuah hambatan. Dengan kata lain, penyiasatan-penyiasatan dalam pertunjukan wayang ajen dilakukan dengan penuh kesadaran,” tuturnya.
(Ainun Fika Muftiarini)