Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingin Bercerai, Ayah & Ibu Perlu Libatkan Diskusi dengan Anak

Evi Elfira , Jurnalis-Jum'at, 25 Juli 2014 |07:01 WIB
Ingin Bercerai, Ayah & Ibu Perlu Libatkan Diskusi dengan Anak
Orangtua libatkan anak diskusikan cerai (Foto:twodaymag)
A
A
A

MENDAPATI suami berselingkuh dengan wanita lain seringkali disikapi dengan perceraian. Namun, pasangan seharusnya memikirkan dampak terhadap anak jika orangtua tidak lagi hidup bersama.
 
Maraknya kasus perselingkuhan yang dilakukan pria beristri menyebabkan banyak kasus perceraian. Dampaknya, anak harus menjadi korban dari perceraian kedua orangtuanya.
 
Psikolog Drs Lukman S. Sriamin, M.PSi., mengatakan bahwa jika sepasang suami istri sedang mengalami masalah perselingkuhan, alangkah baiknya untuk membicarakan masalah tersebut secara baik-baik. Jikalau pasangan tersebut bingung ingin bercerai atau tetap memertahankan rumah tangga, mereka bisa  untuk mendiskusikan keputusan bersama sang anak.
 
“Jika memutuskan untuk  bercerai, perlu atau tidak dibicarakan dengan anak mengenai masalah tersebut itu tergantung orang tuanya,” katanya Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.
 
Menurut Lukman, pertimbangan besar dari sebuah keputusan perceraian adalah anak. Jika pasangan telah memutuskan untuk berpisah, pikirkan dan diskusikan lebih rinci bagaimana nasib anak nantinya jika orangtua berpisah. Diskusikan dari bagaimana sekolahnya, jadwal bertemu orangtuanya, dan lain sebagainya.
 
“Bisa saja mereka (pasangan-red) mencari pertimbangan hubungan dengan berbicara kepada sang anak. Sebagai orangtua, pasangan harus memiliki pandangan atau suara yang bisa dimengerti dari kedua belah pihak, dalam hal ini adalah anak,” tutupnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement