Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengurangi Trauma Perceraian Orangtua pada Anak

Evi Elfira , Jurnalis-Kamis, 24 Juli 2014 |22:29 WIB
Mengurangi Trauma Perceraian Orangtua pada Anak
Atasi trauma perceraian orangtua (Foto:powerofmarriage)
A
A
A

MENGAMBIL keputusan untuk berpisah di antara pasangan suami istri merupakan keputusan yang tidak mudah. Pasalnya, kedua pihak harus menjelaskan kondisi sebenarnya kepada anak yang mungkin mengalami trauma.
Menurut pengamat psikodina­mika masyarakat, Drs. Lukman S. Sriamin, M.Psi., dampak buruk perceraian terhadap anak dapat diminimalisir jika orangtua dapat menjelaskan kondisi sebenarnya. “Tergantung cara orangtua menanganinya kepada sang anak, harus jelas dan detail,” katanya kepada Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.
 
Lukman mengatakan bahwa anak-anak sekarang berbeda dengan masa dahulu. Mereka kini lebih peka terhadap perubahan dan sangat ingin tahu penyebabnya.
 
“Kalau zaman dulu orangtua bisa bilang pokoknya begini, pokoknya begitu, kepada anak. Sekarang sudah tidak bisa, anak harus diberi penjelasan lebih rinci,  lebih jelas, serta lebih dimengerti oleh anak,” tambahnya.
 
“Itu yang harus dilakukan para orang tua, mereka tidak bisa memisahkan diri dengan anak setelah bercerai karena efeknya akan buruk terhadap anak,” tutupnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement