Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berstatus Janda, Wanita Acapkali Dicap Buruk

Evi Elfira , Jurnalis-Minggu, 13 Juli 2014 |00:04 WIB
Berstatus Janda, Wanita Acapkali Dicap Buruk
Status janda dilabel buruk (Foto:Forbes)
A
A
A

DI tengah budaya yang semakin berkembang ini, masih ada beberapa masyarakat yang mendiskriminasi wanita berstatus janda. Sebagai sosok wanita tanpa suami, janda kerap mendapatkan cap buruk dari masyarakat.

“Kalau janda asumsinya selalu buruk karena sosok janda dilihat sebagai seorang yang mencari kebutuhan yang belum dipenuhiya,” kata psikolog Nella Nella Safitri Cholid kepada Okezone melalui sambungan telefon, belum lama ini.

Psikolog yang berpraktik di Widya Chandra ini menjelaskan bahwa, seorang janda memiliki banyak ruang kosong dari hal yang ia butuhkan seperti dari sisi sosial, ekonomi dan seksual.

" Sebelumnya seorang janda sudah  merasakan ada rasa aman, dilindungi, dari segi seksual juga terpenuhi dan dari materi ada yang menanggung," imbuhnya.

Ketika seorang wanita terbiasa mendapatkan fasilitas dan kenyamanan dalam hidup dan ada berpisah dengan pasangan lalu berstatus janda, maka ia akan kehilangan unsur tersebut. Tidak dipungkiri unsur sosial, ekonomi serta seksual menjadi kebutuhannya yang tak bisa terpenuhi lagi.

Maka dari itu, ada fenomena dimana sebagian orang berhati-hati dengan seorang yang berstatus janda, karena stigma janda sendiri sebagai sosok yang mencari kebutuhannya yang tidak terpenuhi.

"Mereka lebih dicemburui, selalu disinggung dengan stigma masyarakat yang buruk," tutup Nella.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement