Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejayaan Eropa Masa Lampau Hadir di JIFW 2013

Ainun Fika Muftiarini , Jurnalis-Jum'at, 28 Juni 2013 |13:26 WIB
Kejayaan Eropa Masa Lampau Hadir di JIFW 2013
Rancangan Nuniek Mawardi (Foto: Fika/Okezone)
A
A
A

DESAINER Nuniek Mawardi kembali memamerkan rancangannya. Pada Jakarta Islamic Fashion Week (JIFW) 2013, sebuah rangkaian busana muslimnya bertemakan Romantic Imperium.

Sesuai dengan temanya, busana kali ini memang sangat kental dengan nuansa monarki ala Eropa. Hal ini sengaja dilakukan untuk menambah warna lain dalam dunia fashion Indonesia.  
"Tren 2014 tema globalnya ‘Traditional Revolution’. Saya memang terinspirasi dari Eropa, supaya lebih beragam. Juga karena fashion itu kan awalnya dari sana. Ingin mengembalikan dan belajar lagi tentang sejarah Eropa," jelasnya saat ditemui Okezone di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2013.
 
Meski begitu, unsur khas Indonesia juga tidak ditinggalkan begitu saja.
 
"Saya masih tetap menggunakan bordir tasik, tapi ini dengan teknik cornely," imbuhnya
 
Untuk warna, Nuniek memang memilih warna-warna pastel. Hal ini tentu saja memperkuat sisi feminin dari si pemakainya.
 
Meski begitu, secara keseluruhan tampilan rancangan kali ini cukup menarik. Permainan detail yang rumit dalam karyanya, mampu menambah satu nilai tersendiri.
 
"Teknik yang dipakai juga banyak, salah satunya cross stitch. Jadi kain dilipat dan di balik, lalu dijahit satu-satu," terangnya.
 
Apalagi karyanya kali ini, juga diklaim sangat ramah terhadap lingkungan.
 
"Ini ramah lingkungan, karena kain sisa produksi juga diaplikasikan sebagai aksen di baju dan mahkota yang jadi head piece," tutupnya ramah.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement