Era Soekamto (Foto: Runi/Okezone)
MEMAKNAI budaya memang bukan hal yang baru bagi Era Soekamto. Terlebih, sejak kecil orangtuanya selalu menanamkan arti pentingnya nilai sebuah kultur.
Kendati demikian, bayangan tentang berbagai hal yang menyangkut ciri khas sebuah bangsa ini seolah ingin dilepaskannya. Era yang saat itu masih muda merasa tertantang untuk menemukan jati dirinya melalui berbagai hal yang dilakukan. Walau pada akhirnya, dia pun sadar dan memutuskan untuk selalu mengangkat nilai budaya yang sudah mendarah daging pada dirinya.
“Ada rasa bersalah dengan orangtua. Setelah mereka tidak ada, berasa sekali akan pentingnya ajaran mereka. Sejak itu aku komit untuk belajar budaya,” tuturnya saat berbincang secara eksklusif di Butik Iwan Tirta, kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.
Dan beruntung, rasa ketertarikan yang ada pada dirinya tersebut justru membuat Era semakin mempelajari budaya Indonesia secara mendalam.
“Rasa ketertarikan aku itu kebetulan juga sangat tinggi. Kalau mau sebut sejarah masa Baroq, aku itu hapal sekali. Tapi pas ditanya tentang Singosari ataupun Indonesia, aku enggak bisa jawab.
Nah, dari situ aku mulai belajar tentang budaya,” terangnya.
Bahkan karena kecintaanya itulah, akhirnya Era membentuk sebuah komunitas budaya. “Aku bentuk komunitas Laksita Mardhawa untuk memperkenalkan tentang budaya, terutama
Theological Cultural. Itu sebuah paradigma dengan satu esensi Ketuhanan atau Tauhid, tapi dituangkan lewat karya,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.