Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Busana Muslim Naik Tiga Tahun Ini

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Minggu, 12 Agustus 2012 |13:25 WIB
Tren Busana Muslim Naik Tiga Tahun Ini
Koleksi Hannie Hananto (Foto: Katon/Okezone)
A
A
A

SIAPA bilang model busana muslim tidak berkembang? Nyatanya, selama tiga tahun terakhir ini tren busana muslim mengalami kenaikan sangat signifikan.

Fenomena ini diakui oleh Euis Saedah, Dirjen IKM Kemenperin di acara bertajuk "Road Map Indonesia Sebagai Kiblat Muslim Dunia", Skenoo Exhibition Hall, Mal Gandaria City, Jakarta, Minggu (12/8/2012).

"Tiga tahun tahun ini memang luar biasa kalau diamati dari indikator kuantitatif. Tren busana muslim arahnya positif, kenaikannya antara tiga hingga empat persen melebihi sektor kreatif pada umumnya," tutur Euis.

Salah satu bukti bahwa tren busana muslim mengalami peningkatan terlihat dalam ajang Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2012. Tidak hanya dari partisipasi desainer, tetapi juga peserta pameran yang meningkat tajam.

"Tahun lalu hanya 20, kini bisa sebanyak 127 peserta pameran. Ini kemajuan yang sangat pesat dalam mendukung perkembangan fesyen muslim di Tanah Air," tambah perempuan ramah ini.

Di tempat yang sama, desainer senior Dina Midiani menambahkan bahwa karya desainer Indonesia memang tidak kalah dengan perancang luar negeri.

"Indonesia memang tidak mengikuti tren dari Milan, Paris, atau New York. Indonesia punya tren sendiri dengan menggali potensi lokal. Misalnya, sarung yang setahun ini kami sosialisasikan untuk menjadi tren. Kalau semua orang mempunyai denim, makan kita akan mensarungkan dunia," tutup Dina yang bergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement