Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nuniek Mawardi Usung Busana Kerajaan India di IIFF 2012

Ainun Fika Muftiarini , Jurnalis-Minggu, 12 Agustus 2012 |15:52 WIB
Nuniek Mawardi Usung Busana Kerajaan India di IIFF 2012
Salah satu koleksi yang di IIFF 2012 (Foto: Katon/Okezone)
A
A
A

TERINSPIRASI dari sebuah kejayaan kerajaan Islam di India, membuat desainer Nuniek Mawardi mengaplikasikan pada rancangan terbarunya. Desainer senior tersebut ingin menyampaikan pesan bahwa pilihannya kali ini bukanlah tanpa alasan.

Dalam pergelaran busana di ajang Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2012, Nuniek menghadirkan tema "Taste of Moghul". Koleksi tersebut sangat kental akan nuansa India, meski tetap menghadirkan tampilan yang sederhana.

“Desain saya sebenarnya simpel, kelihatannya lebih mengarah ke couture. Kalau setiap busana itu dilepas, sebetulnya simpel, hanya saya padupadankan saja. Inspirasi dari rancangan saya adalah kejayaan kerajaan islam di India yang bernama Moghul, karena saya sangat terkesima sekali dengan film 'Moghul' yang menceritakan kejayaan Islam di India, pakaian yang dikenakan oleh mereka,” tuturnya saat berbincang dengan Okezone usai pergelaran busana di IIFF 2012 di Skenoo Hall, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 Agustus 2012.

Dari segi pewarnaan, Nuniek juga memilih warna yang lebih berani. Sebab, dirinya memadukan berbagai warna yang tidak biasa digunakan oleh para desainer lainnya.

“Saya mainkan komposisi warna yang berani. Saya tidak menggunakan satu warna saja ataupun warna-warna pastel, tapi lebih bagaimana warna yang bright dipadukan dengan warna pastel,” jelasnya.

Sedangkan untuk siluet dalam setiap rancangan, Nuniek mengatakan bahwa ada banyak siluet atau cutting yang diterapkan. Pasalnya, dirinya ingin mengajak para audience yang hadir bisa menghayati pesan yang disampaikannya.

“Siluetnya sendiri ada J-line, H-line, A-line. Jadi semuanya dipadukan karena memang saya tidak mau hanya mengeluarkan longdress saja, tapi dipadukan dengan cape, celana harem, lalu ada vase juga. Sebetulnya di setiap rancangan, saya tidak berdiam dalam satu piece berupa longdress saja, itu nanti akan boring, saya ajak audience untuk menikmati juga. Saya memaksimalkan dan menghayati maksud yang ingin saya sampaikan dalam rancangan tersebut.” jelasnya.

Meski masih menggunakan bahan impor, namun anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia ini memastikan bahwa hasil kreasinya itu tetap memiliki ciri khas tersendiri.

“Material memang dari India, seperti tenunannya. Tapi untuk blus dan teknik pengolahan materialnya dari saya, lalu ada vase juga handmade. Saya memang tidak bisa meninggalkan handmade dan detail smok yang selama ini jadi ciri khas saya, jadi memang tetap ada Nuniek-nya,” katanya.

Secara keseluruhan untuk menghasilkan rancangan yang indah tersebut, Nuniek sengaja melakukan riset terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar busana-busananya terlihat lebih memiliki konsep yang sesuai.

“Ada kesan bahwa ini catwalk, padahal kalau untuk di catwalk, kita bukan untuk jualan baju, tapi memamerkan karya, bagaimana membuat suatu tema yang mempunyai konsep. Tema yang berkonsep itu susah dan harus dengan riset dulu, misalnya melihat film, dengerin lagu, jadi kita bisa melihat bagaimana siluet dan pewarnaan yang ada, serta tekniknya,” tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement