JAKARTA - Polemik Tor-tor akan dibahas pada konferensi para sejarawan dan budayawan di Solo. Ke depan, pemahamanan budaya diharapkan dapat mencegah pengklaiman antarnegara.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryati mengatakan, untuk membahas masalah sejarah kebudayaan, salah satunya terkait isu Tor-tor, Kemendikbud akan menyelenggarakan Konferensi International Association of Historian of Asia (IAHA) di Solo, pada 2-6 Juli 2012. Akan hadir pula delegasi peneliti dari Malaysia yang akan diajak berdialog tentang kebudayaan kedua negara.
Ketua Lembaga Sensor Film Indonesia Muklis Paini menambahkan, konferensi ini akan membahas sejarah bersama antarnegara ASEAN dan adanya gesekan kebudayaan dari warisan sejarah bersama ini. Tidak menutup kemungkinan antara delegasi peneliti Indonesia dan Malaysia tercipta dialog sejarah untuk saling memahami sehingga dapat meredam konflik yang ada.
“Dengan dialog ini akan muncul kesepahaman, mari kita bicarakan tidak hanya dalam kerangka politik, namun juga dari sejarah sosial dan kemasyarakatan,” ungkapnya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, baru-baru ini.
Sementara, Ketua IAHA Taufik Abdullah berpendapat, sebetulnya Indonesia dan Malaysia sudah melakukan dialog sejarah sebanyak tiga kali sejak puluhan tahun lalu. Namun, terangnya, jangan dilupakan bahwa Malaysia adalah negeri para pendatang.
Dia mencontohkan, di kawasan Negeri Sembilan, Malaysia, bermukim banyak keturunan Minangkabau sedangkan di Johor banyak pendatang dari Jawa yang menetap. Oleh karena itu, perlu adanya pembicaraan lintas sektoral yang komperehensif antarkedua negara karena Indonesia pun tidak dapat melarang apabila ada warisan kebudayaan Indonesia yang berkembang di Negeri Jiran tersebut.
IAHA terbentuk pada 1960, yang merupakan asosiasi profesi yang bertujuan untuk mengkaji dan mempromosikan penelitian sejarah di Asia. Konferensi IAHA diadakan setiap dua tahun dan diselenggarakan secara bergiliran di antara negara-negara Asia.
Tahun ini merupukan Konferensi IAHA ke-22, dan Indonesia menjadi tuan rumah untuk yang ketiga kalinya. Konferensi IAHA 2012 akan diikuti oleh sekira 400 peserta, terdiri dari sejarawan, penulis di bidang sejarah, dan budaya, lembaga studi dan peminat sejarah dari luar dan dalam negeri.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.