Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendengkur Penyakit Turunan?

Gustia Martha Putri , Jurnalis-Jum'at, 16 Maret 2012 |00:56 WIB
Mendengkur Penyakit Turunan?
Pria tertidur (Foto: Corbis)
A
A
A

MENDENGKUR tak hanya dianggap sebagai tanda seseorang tertidur pulas, tetapi juga penyakit turunan. Benarkah seperti itu?  
Persepsi tersebut tidak seutuhnya salah. Pasalnya, secara umum sebagai bagian dari orang Asia memiliki kecenderungan sleep apnea karena struktur tulang rahang menyempit.
 
"Orang Asia punya kerugian, karena memiliki struktur wajah dan struktur tulang menyempit mengakibatkan kita gampang terkena sleep apnea. Kalau sleep apnea dikarenakan faktor berat badan berlebih, terutama dialami orang-orang Australia dan Amerika yang badannya besar-besar," tutur Dr Rimawati Tedjakusuma SpS RPSGTdalam media edukasi berjudul "Bahaya Kematian di Balik Mendengkur", di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
 
Mendengkur sendiri terjadi karena saat tidur otot di langit-langit mulut, lidah, dan tenggorokan relaksasi, sehingga terjadi obstruksi (sumbatan) parsial jalan napas. Obstruksi tersebut mengakibatkan jaringan di jalan napas bergetar sehingga mengakibatkan suara mendengkur.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement