Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gangguan Pernapasan Saat Tidur Picu Kegemukan

Gustia Martha Putri , Jurnalis-Kamis, 15 Maret 2012 |18:49 WIB
Gangguan Pernapasan Saat Tidur Picu Kegemukan
Pria tertidur (Foto: Corbis)
A
A
A

JIKA mendengkur terjadi tak hanya ketika tubuh terlalu lelah saja, waspadalah terhadap gangguan pernafasan saat tidur bernama OSA (Obstructive Sleep Apnea). OSA berbahaya bila tak ditangani, salah satunya dapat menyebabkan seseorang mengalami kegemukan dan memicu penyakit mematikan.
 
Orang yang mengalami OSA akan mengalami kegemukan karena perubahan hormon. Orang yang kegemukan juga akan cenderung lebih besar mengalami OSA.
 
"Orang dengan OSA cenderung mengalami kegemukan. Orang gemuk cenderung mengalami OSA, dan orang dengan OSA dapat menjadi gemuk karena ada perubahan hormon ketika terjadi apnea (berhentinya nafas kurang lebih 10 detik saat tidur). Hormon yang berubah adalah hormon leptin, yang mengontrol makanan. Apnea mengubah leptin menjadi lebih meningkat sehingga jadi lapar terus," tutur Dr Rimawati Tedjakusuma SpS RPSGT, dokter spesialis syaraf dari Rumah Sakit Medistra, dalam media edukasi berjudul "Bahaya Kematian di Balik Mendengkur", Kamis (15/3/2012).
 
OSA adalah jenis gangguan tidur yang memengaruhi pernapasan. Penderita OSA berhenti bernapas secara berkali-kali selama tidur. Tiap jeda napas berlangsung selama lebih dari 10 detik dan mengakibatkan menurunnya pasokan oksigen.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement