ANAK saya Alvin (7) duduk di kelas 2 SD. Dibandingkan dengan tinggi teman-temannya, alvin lebih pendek. Saya ingin Alvin berbadan tinggi. Tinggi saya 158 cm, suami 170 cm. Bisakah tingginya melebihi kami? Saat ini dia senang sekali berenang, saya dengar olahraga itu bisa membuat anak tinggi. Benarkah? Olahraga apa yang bagus? Mohon sarannya. Praya Chintya, Cilandak Barat
Jawab: dr. Rika Haryono, SpKO dari Slim and Health Sports Therapy memaparkan peningkatan tinggi badan seorang anak antara lain dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik, antara lain adalah hormon pertumbuhan (growth hormone) dan faktor genetik. Sementara faktor ekstrinsik adalah faktor asupan makanan dan aktivitas fisik.
Masa Pubertas
Sejak masa tumbuh kembang, pertumbuhan tinggi badan anak sudah bisa dirangsang lewat aktivitas fisik. Jadi bila anak Ibu dibiasakan berolahraga sejak dini, itu sangat bagus.
Jangan terlalu cemas bila Ibu rasa pertumbuhan tinggi anak agak lambat – sejauh masih sesuai dengan prediksi tumbuh kembang sesuai umur - mengingat usianya yang masih muda.
Pasalnya, pertumbuhan cepat pada anak terjadi pada masa pubertas. Saat itu, hormon pertumbuhan paling banyak diproduksi dan bekerja sangat aktif. Anak pun umumnya akan mengalami peningkatan tinggi badan.
Tentu saja, semua itu harus didukung oleh asupan gizi yang baik dan kegiatan fisik. Jadi, jika saat itu anak Ibu masih tetap beraktivitas dengan aktif, maka peningkatan tinggi badannya akan semakin optimal.
Merangsang Tulang
Tinggi badan ditunjang oleh tulang-tulang panjang utamanya pada tulang belakang dan tulang tungkai bawah. Pada saat terjadi tumbukan arena adanya aktivitas fisik akan merangsang tulang-tulang panjang untuk bertumbuh.
Selain tumbukan perlu juga adanya tarikan dan regangan pada otot dan tulang-tulang di sekitar anggota gerak (tungkai bawah dan tungkai atas). Itulah sebabnya gerakan-gerakan dalam olahraga sangat baik untuk membantu meningkatkan tinggi badan, misalnya olahraga renang, jogging, lari atau basket.
Selain itu, asupan gizi seimbang juga diperlukan dalam masa pertumbuhan. Juga kalsium untuk pertumbuhan tulang yang tentu akan berpengaruh pada tinggi badan anak kelak.
Genetik, Gizi, dan Aktivitas Fisik
Satu hal lagi, peningkatan tinggi badan juga dipengaruhi oleh faktor intrinsik, yakni tinggi badan orangtuanya. Jika faktor ekstrinsik lewat aktivitas fisik dan asupan optimal telah dipenuhi, tinggi badan anak tidak akan bertambah terlalu jauh berbeda daripada tinggi badan orangtuanya.
Selain itu, jangan kesampingkan faktor growth hormone dari si anak yang juga sangat berpengaruh. Ini yang akan merangsang seorang anak dapat tinggi atau tidak.
Jika Tinggi Tidak Sesuai Umur
Bila didapati bahwa seorang anak tidak sesuai dengan prediksi tumbuh kembangnya sesuai umur, harus dilakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kecurigaan apakah ada gangguan atau tidak.
Bila perlu harus dilakukan pemeriksaan kadar hormon, pemeriksaan bone age, dan sebagainya. Dari situ barulah bisa diprediksikan apakah seorang anak akan tumbuh dan tinggi sesuai harapan atau tidak. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.