TELUR menjadi salah satu makanan yang sering masuk menu diet. Selain mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau, telur mengandung protein berkualitas tinggi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Tak heran jika telur rebus kerap menjadi pilihan sarapan bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, apakah boleh makan telur setiap hari saat diet? Bagaimana dengan kandungan kolesterol dalam kuning telur?
Dilansir dari Healthyline, secara umum, telur boleh dikonsumsi setiap hari oleh banyak orang sebagai bagian dari pola makan seimbang. Meski demikian, jumlah yang sesuai tetap bergantung pada kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, serta komposisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Salah satu alasan telur cocok menjadi bagian dari menu diet adalah kandungan proteinnya. Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6–7 gram protein dan sekitar 70–75 kalori.
Protein berperan dalam membangun dan mempertahankan massa otot. Selain itu, makanan tinggi protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga sebagian orang lebih mudah mengontrol porsi makan dan keinginan untuk ngemil.
Mengonsumsi telur saat sarapan, misalnya, bisa menjadi pilihan untuk memulai hari dengan asupan protein yang cukup. Agar lebih seimbang, telur dapat dipadukan dengan sayuran dan roti gandum atau sumber karbohidrat lain sesuai kebutuhan.
Namun, telur tidak secara langsung membakar lemak. Penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan asupan energi, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari.
Kuning telur mengandung kolesterol, sehingga sebagian orang memilih hanya mengonsumsi putih telur saat diet. Padahal, kuning telur juga menyediakan berbagai zat gizi penting, termasuk vitamin B12, vitamin D, kolin, dan selenium.
Kolesterol dari makanan tidak selalu memberikan dampak yang sama pada setiap orang. Kadar kolesterol darah juga dipengaruhi oleh faktor genetik, pola makan secara keseluruhan, kondisi kesehatan, dan asupan lemak jenuh.
Bagi banyak orang sehat, telur dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Namun, orang dengan kolesterol LDL tinggi, gangguan metabolisme tertentu, atau risiko penyakit kardiovaskular perlu mempertimbangkan pola makan secara menyeluruh bersama dokter atau ahli gizi.
Jadi, bukan berarti kuning telur harus selalu dihindari ketika sedang diet. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah konsumsi dan keseimbangan nutrisi harian.