JAKARTA - Beberapa tahun ke belakang, demam matcha merambat ke berbagai kalangan, terutama Gen Z. Tak sedikit juga bakery, coffee shop, atau restoran, yang menghadirkan menu matcha.
Banyak orang yang menjadikan matcha sebagai “morning coffee” karena lebih ramah di perut, terlebih kalau belum sarapan. Tapi, tahukah kamu kalau matcha juga mengandung kafein?
Meski begitu, matcha tak bikin jantung berdetak kencang dan gemetar. Nah, ini penjelasannya biar kamu tak penasaran lagi!
Dilansir dari The Washington Post, salah satu alasan mengapa matcha tidak menimbulkan efek gelisah adalah kandungan L-theanine yang terdapat dalam daun teh hijau. Asam amino ini mampu memberikan efek relaksasi tanpa membuat seseorang mengantuk.
Ahli gizi terdaftar, Vandana Sheth, menjelaskan kombinasi L-theanine dan kafein dalam matcha dapat mendukung fokus dan kewaspadaan tanpa sensasi gelisah. Jadi, meskipun sama-sama memiliki kafein, efek yang ditimbulkan oleh matcha dan kopi bisa berbeda.
Selain L-theanine, jumlah kafein juga dapat memengaruhi efek yang dirasakan tubuh setelah mengonsumsi matcha atau kopi.
Dalam satu porsi, sekitar ukuran 2 gram bubuk matcha atau 1 sendok teh biasanya mengandung sekitar 70 miligram kafein, sementara kopi mengandung sekitar 100 miligram. Tapi, perlu diingat, jumlah tersebut bisa berbeda tergantung jenis minuman dan takarannya.
Sheth mengatakan, kombinasi kafein dan L-theanin di dalam matcha membuat peningkatan kewaspadaan terasa lebih bertahap. Efek matcha bahkan dapat bertahan selama tiga hingga enam jam, tergantung pada masing-masing orang. Dengan begitu, matcha bisa membantu seseorang tetap waspada tanpa mengalami sensasi peningkatan energi yang terlalu mendadak.
Walaupun bisa menjadi alternatif pengganti kopi, bukan berarti matcha sama sekali tidak memiliki efek samping akibat kafein. Apabila kamu sensitif terhadap kafein, jangan lupa untuk memperhatikan jumlah dan waktu konsumsinya.
(Agustina Wulandari )