dr. Cecep menjelaskan, penumpukan darah di area kaki saat posisi diam terlalu lama merupakan mekanisme alami tubuh. Untuk mengalirkannya kembali ke atas menuju jantung, pembuluh darah balik atau vena sangat mengandalkan dorongan dari kontraksi otot di sekitarnya.
"Duduk lama atau abis bangun tidur, darah gampang numpuk di kaki. Darah naik ke jantung lewat vena, dan salah satu pendorong utamanya otot betis: tiap ngencang, dia ngejepit vena terus ngedorong darah naik," ungkap dia.
Ia menambahkan bahwa aktivasi otot secara bertahap melalui tiga gerakan ringan tersebut terbukti secara medis mampu membantu kerja sistem sirkulasi darah.
"Angkat jari kaki ngaktifin otot depan tulang kering yang ikut bantu. Pada orang sehat, jinjit saat berdiri menaikkan curah jantung selama geraknya. Tekuk lutut diduga ikut bantu lewat otot paha belakang dan betis," terang dr. Cecep.
Selain rutin melakukan gerakan singkat tersebut, ia juga menyarankan agar tidak membiarkan tubuh berada dalam posisi statis dalam jangka waktu yang panjang. Menyelingi rutinitas dengan berjalan kaki ringan sangat dianjurkan untuk menjaga elastisitas dan fungsi pembuluh darah.
"Jangan diem terlalu lama. Bangun dan gerak tiap 30-60 menit. Jalan 10 menit abis duduk berjam-jam bantu pembuluh darah kaki pulih," ujar dia.
Memperhatikan posisi kaki sehari-hari juga memegang peranan penting. Saat duduk di meja kerja, pastikan telapak kaki menapak rata di lantai atau gunakan ganjalan kaki (footrest). Setelah beraktivitas seharian, menyangga posisi kaki lebih tinggi menggunakan bantal selama beberapa menit juga efektif membantu menetralkan tekanan pembuluh darah di kaki.
Meski keluhan kaki pegal akibat duduk lama tergolong umum, dr. Cecep mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala klinis tertentu yang membutuhkan penanganan medis darurat.
"Segera ke dokter atau IGD kalo satu betis bengkak, nyeri, hangat, atau merah mendadak, atau ada sesak napas dan nyeri dada," pungkas dr. Cecep.
(Djanti Virantika)