Kisah Mikhayla Shanum Cata, Atlet Termuda Asian Games 2026 yang Jatuh Cinta dengan Skateboard karena Ayah

Djanti Virantika, Jurnalis
Rabu 21 Oktober 2026 18:05 WIB
Mikhayla Shanum Caya. (Foto: Instagram/@kekesrintil)
Share :

KISAH Mikhayla Shanum Cata menarik diulas. Atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026 ini menceritakan soal awal perjalanannya menjadi atlet skateboard.

Mikhayla atau yang akrab disapa Keke ini ternyata jatuh cinta dengan dunia skateboard karena sang ayah. Dia mengaku mulai menyukainya setelah melihat ayah bermain skateboard.

1. Atlet Skateboard Cilik

Mikhayla mengaku sudah menekuni olahraga skateboard sejak usia dini. Dia pertama kali bermain skateboard bahkan di umur 4 tahun.

Mikhayla pun terus mengasah kemampuannya untuk mewujudkan cita-cita menjadi atlet berprestasi. Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, Keke sudah menjalani dunia skateboard selama sekitar delapan tahun.

Ketertarikan Keke terhadap skateboard bermula dari sang ayah yang juga bermain olahraga tersebut. Melihat ayahnya bermain skateboard, Keke pun tertarik untuk mencoba dan mengikuti jejaknya.

“Ayah pernah main skateboard, jadi aku pengin ikut-ikutan. Pertama kali lihat, aku berpikir, ‘Oh, keren banget nih, aku pengin ikut juga,’” ujar Mikhayla di acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone.

“Terus, aku dikasih papan skateboard yang agak besar, tetapi diajarin cara berjalan dulu. Setelah dikasih papan yang ukurannya sesuai, baru aku diajarin lebih serius,” lanjutnya.

Pada awalnya, Keke diberikan papan skateboard berukuran lebih besar dan diajari teknik dasar untuk berjalan menggunakan papan. Setelah mendapatkan papan dengan ukuran yang sesuai, ia mulai menjalani latihan secara lebih serius.

Proses belajar skateboard tidak berlangsung secara instan. Mikhayla harus menguasai berbagai kemampuan dasar, mulai dari menjaga keseimbangan, meluncur, hingga turun dari papan dengan benar.

“Iya, awalnya aku belajar jalan dan belajar turun,” ucap Keke.

2. Mulai Serius Menjadi Atlet Sejak Usia 7 Tahun

Ketertarikan Mikhayla yang awalnya sekadar ingin mengikuti kegiatan sang ayah perlahan berkembang menjadi keseriusan untuk menekuni skateboard. Sekitar usia 7 atau 8 tahun, ia mulai memiliki keinginan untuk menjadikan olahraga tersebut sebagai jalan meraih prestasi.

Dalam proses latihannya, Mikhayla mendapat dukungan langsung dari sang ayah yang merupakan pelatih kepala di sekolah skateboard bernama Green Skate. Di tempat tersebut, Keke tidak hanya berlatih bersama ayahnya, tetapi juga berada di lingkungan yang memiliki sejumlah pelatih lain.

Dukungan keluarga dan lingkungan latihan menjadi bagian penting dalam perjalanan Keke mengasah keterampilan serta membangun kedisiplinan sebagai atlet muda.

“Kalau enggak salah, umur tujuh atau delapan tahun mulai serius jadi atlet. Daddy aku punya sekolah skateboard namanya Green Skate. Di sana ada banyak pelatih. Salah satu pelatihnya adalah Daddy aku, jadi aku lebih banyak latihan sama Daddy karena dia juga head coach di sana,” cerita Mikhayla.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya