JAKARTA - Rambut rontok sering kali dikaitkan dengan faktor genetik atau perubahan hormon. Namun, ternyata kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh stres berkepanjangan, kurang tidur, hingga kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat.
Pertumbuhan rambut tentunya berlangsung secara terus-menerus. Karena itu, kesehatan secara keseluruhan memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Ketika tubuh mengalami tekanan fisik maupun emosional, siklus tersebut bisa terganggu dan menyebabkan rambut lebih mudah rontok.
Melansir Times of India, stres, kualitas tidur yang buruk, dan pola hidup yang tidak sehat bisa berkontribusi terhadap kerontokan rambut.
Menurut dr. Rinky Kapoor, Clinician Scientist & Research Mentor, kerontokan rambut akibat stres tak selalu muncul secara langsung. Kondisi ini bisa baru terlihat beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah pemicunya terjadi.
Hal tersebut membuat sebagian orang tidak menyadari bahwa kerontokan rambut yang dialami berkaitan dengan stres yang pernah mereka alami sebelumnya.