Sering Makan Kol Goreng? Menkes Budi Ungkap Bahaya di Baliknya

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 18 Oktober 2026 11:05 WIB
Ilustrasi kol goreng. (Foto: dok topntp26/Magnific)
Share :

“Ini kol 100 gram cuma 24 kalori. Aslinya sayurnya kan kayak gini, udah murah, sehat lagi. Tapi kalau digoreng kayak begini, kol goreng ini digorengnya pakai apa? Pakai minyak jelatah! Minyaknya udah hitam, butek lagi, dipakainya berulang-ulang,” ucapnya.

Penggunaan minyak goreng secara berulang hingga berwarna gelap dan keruh menghasilkan radikal bebas serta lemak jenuh berlebih. Proses ini merusak kandungan nutrisi alami kol yang sebenarnya bermanfaat bagi tubuh bahkan malah bisa memicu kanker.

“Padahal kol yang normal ini punya senyawa antikanker. Kalau dia digoreng, malah jadi pemicu kanker. Jadi, kalau kalian pengin makan yang murah, enak, dan sehat, ambil sayurnya yang mentah aja sebagai lalapan,” ujar Budi.

Dalam takarir unggahannya, ia pun mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk mulai beralih ke pola makan yang lebih sehat dengan mengkonsumsi kol dalam bentuk segar tanpa melalui proses penggorengan berlebih.

“Mulai sekarang, ubah kebiasaan buruk ini. Kalau mau makan enak, murah, dan tetap sehat, biasakan makan kolnya dalam keadaan mentah saja sebagai lalapan. Bagikan info ini dan tag teman nongkrong kalian biar kita semua bisa lepas dari kutukan kol goreng!” pungkasnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya