Cerita Mikhayla Shanum, Atlet Termuda Indonesia di Asian Games 2026 yang Bagi Waktu Sekolah dan Latihan 8 Jam Sehari

Djanti Virantika, Jurnalis
Sabtu 17 Oktober 2026 18:05 WIB
Mikhayla Shanum Caya. (Foto: Instagram/@kekesrintil)
Share :

DI usia yang baru menginjak 11 tahun, Mikhayla Shanum Caya sudah mencatatkan namanya sebagai atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026. Atlet skateboard asal Papua Pegunungan ini menjalani keseharian yang berbeda dari kebanyakan anak seusianya.

Di tengah kewajibannya sebagai pelajar, Mikhayla tetap disiplin menjalani latihan hingga delapan jam sehari demi mengembangkan kemampuannya di dunia skateboard. Mikhayla tampil pada nomor skateboard park putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang.

Pengalaman di panggung internasional itu juga semakin menguatkan tekadnya untuk mengejar cita-cita menjadi atlet Olimpiade. Dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone, Mikhayla pun berbagi cerita soal caranya bagi waktu sekolah dan latihan yang rutin dilakukannya setiap hari.

1. Sekolah Pagi, Latihan Skateboard hingga 8 Jam

Menjadi atlet sekaligus pelajar tentu membutuhkan kedisiplinan dalam mengatur waktu. Bagi Mikhayla, sekolah dan latihan merupakan dua hal yang sama-sama harus dijalani. Ia mengaku berlatih hampir setiap hari, terutama setelah menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah.

“Biasanya aku latihan setiap hari. Kalau sekolah, paginya sekolah, terus sorenya langsung skate,” ujar Mikhayla dalam acara Morning Zone.

Ketika ditanya mengenai durasi latihan, jawabannya cukup mengejutkan. Mikhayla mengaku bisa menghabiskan waktu hingga 8 jam untuk berlatih skateboard. Rutinitas tersebut dijalaninya demi mengasah teknik, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi.

Padatnya jadwal membuat waktu istirahat Mikhayla perlu disesuaikan dengan aktivitasnya. Sepulang latihan, ia biasanya langsung pulang, mandi, makan, kemudian beristirahat. Ia juga memiliki kegiatan olahraga lain, seperti basket, yang membuat jadwal hariannya semakin beragam.

Meski begitu, Mikhayla tetap berusaha menjalani rutinitas tersebut dengan konsisten. Baginya, latihan menjadi bagian penting dari proses untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

“Enggak sih (merasa ngantuk atau lelah sehabis sekolah langsung berlatih skateboard). Biasanya, habis latihan aku langsung pulang, mandi, makan, terus istirahat,” ujar Mikhayla.

“Kalau hari Kamis biasanya libur latihan skate karena ada basket. Kalau habis latihan fisik, paling istirahat saja,” lanjutnya.

2. Tetap Menempuh Pendidikan di Tengah Kesibukan sebagai Atlet

Di balik jadwal latihan yang padat, pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan Mikhayla. Sebagai atlet yang masih berusia anak-anak, ia harus memastikan kewajiban sekolah tetap berjalan meskipun terkadang harus bepergian untuk mengikuti kejuaraan.

Dukungan dari pihak sekolah turut membantunya menjalani kedua tanggung jawab tersebut. Mikhayla menjelaskan bahwa ketika mengikuti kejuaraan dan harus meninggalkan kegiatan belajar, ia mendapatkan kesempatan untuk mengejar materi yang tertinggal.

“Biasanya aku dapat pelajaran tambahan setiap hari Jumat kalau lagi ada kejuaraan. Kalau ada pelajaran yang tertinggal, mungkin aku ikut susulan. Aku juga didukung sama sekolah, dikasih pelajaran tambahan dan dispensasi,” tuturnya.

Adanya dispensasi dan pelajaran tambahan membantu Mikhayla tetap mengikuti proses pendidikan di tengah jadwal kompetisi. Dukungan tersebut menjadi penting bagi atlet muda yang perlu membagi perhatian antara pengembangan prestasi olahraga dan kewajiban akademik.

Bagi Mikhayla, mengikuti kejuaraan bukan berarti harus meninggalkan pendidikan. Keduanya tetap dijalani secara beriringan dengan penyesuaian jadwal sesuai kebutuhan.

 

3. Dari SEA Games hingga Asian Games 2026

Sebelum tampil di Asian Games 2026, Mikhayla telah mendapatkan pengalaman di sejumlah kompetisi. Ia pernah mengikuti nomor ekshibisi skateboard pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kemudian tampil di SEA Games Thailand 2025 dan berhasil menembus babak final nomor park putri.

Pengalamannya berlanjut di Asian Skateboarding Championships 2026 di Meishan, China, dengan menempati posisi keenam. Hasil tersebut menjadi salah satu bekal sebelum ia berkompetisi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pada babak kualifikasi Asian Games 2026, Mikhayla menempati peringkat ke-12 sehingga belum berhasil melaju ke final. Meski belum mencapai hasil yang diharapkan, kesempatan bertanding di level Asia memberinya pengalaman baru untuk mengevaluasi kemampuan dan mempelajari teknik dari pesaingnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya