MINYAK telon kerap menjadi salah satu produk perawatan yang digunakan orangtua untuk memberikan sensasi hangat pada tubuh bayi. Selain aromanya yang khas, minyak telon juga sering dioleskan setelah bayi mandi.
Namun, penggunaannya perlu diperhatikan. Utamanya pada bayi yang masih berusia sangat muda dan memiliki kulit sensitif.
Dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengingatkan bahwa penggunaan minyak pada bayi, khususnya bayi kecil, sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Pasalnya, produk berbentuk minyak dapat memiliki konsentrasi bahan yang lebih pekat. Dengan begitu, minyak itu berpotensi meningkatkan risiko iritasi pada kulit bayi.
“Untuk bayi, terutama yang masih kecil, kami cenderung tidak menyarankan penggunaan minyak secara langsung pada kulit karena konsentrasinya biasanya lebih pekat sehingga risiko iritasi bisa lebih tinggi,” ucap dr. Atika.
Kulit bayi, terutama bayi baru lahir, masih berkembang dan lebih rentan terhadap paparan bahan tertentu. Karena itu, orangtua perlu lebih cermat memilih produk yang akan dioleskan langsung ke kulit si kecil.
Kandungan dalam produk perawatan bayi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Beberapa produk minyak telon atau minyak angin mengandung bahan seperti minyak esensial, mentol, kamper, atau eucalyptus.
Bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan iritasi atau efek samping jika digunakan secara tidak tepat, terlebih pada bayi yang masih sangat kecil. Reaksi yang dapat muncul pada kulit antara lain kemerahan, ruam, atau rasa tidak nyaman.
Jika setelah penggunaan produk muncul tanda-tanda tersebut, orangtua sebaiknya segera menghentikan pemakaian. Orangtua juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan tidak membaik.