Selain cara di atas, dr. Cecep juga menyarankan hal lainnya agar dahak bisa keluar dari tenggorokan tanpa dipaksa. Salah satunya adalah dengan mencukupi cairan tubuh.
“Minum air yang cukup tetap penting buat kondisi tubuh secara umum, apalagi pas lagi gak enak badan. Meski buktinya belum kuat kalo ini langsung "mengencerkan" dahak, tubuh yang cukup cairan tetap lebih nyaman buat pemulihan,” jelas dia.
Tidak hanya itu, posisi tidur juga ternyata berpengaruh. dr. Cecep menyarankan agar kita tidak tidur dengan posisi miring dan menghindari posisi terlentang.
“Kalo dahak lagi banyak, hindari tidur telentang datar. Coba tidur menyamping atau ganjal bantal agak tinggi (setengah duduk). Gaya gravitasi bantu mencegah dahak numpuk di satu titik,” tambah dr. Cecep.
Di sisi lain, kualitas udara di ruangan atau tempat kamu berada juga harus terjaga. Jika udara kurang bersih atau bahkan terlalu kering bisa saja membuat iritasi dan memicu dahak semakin banyak.
“Asap rokok, debu, dan udara AC yang terlalu kering bisa bikin iritasi dan memicu produksi dahak makin banjir. Pakai masker kalo beberes rumah atau gunakan humidifier kalo kamar terlalu kering,” beber dia.
Jika kamu mengalami batuk berdarah atau sesak napas berat bahkan demam tinggi lebih dari 3 hari disertai batuk yang tak kunjung sembuh, ia menyarankan agar kamu memeriksakan diri ke dokter.
“Kapan ke dokter? Kalo batuk berdarah, sesak nafas berat, demam tinggi lebih dari 3 hari, atau batuk tidak membaik lebih dari 2 minggu,” pungkas dr. Cecep.
(Djanti Virantika)