KANKER payudara menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai perempuan. Selain mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan rutin, menjaga pola makan sehat juga penting sebagai bagian dari upaya menurunkan risiko penyakit ini.
Tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah ada makanan tertentu yang bisa dikonsumsi secara rutin untuk mencegah kanker payudara? Tentunya, makanan ini penting diketahui demi mengurangi risiko terkena kanker.
Meski demikian, pola makan dengan gizi seimbang tetap disarankan untuk mendukung kesehatan tubuh dan membantu menjaga faktor risiko yang berkaitan dengan gaya hidup. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi makanan tinggi serat serta sumber protein rendah lemak.
Makanan tinggi serat menjadi salah satu pilihan yang baik untuk melengkapi pola makan sehari-hari. Serat bisa diperoleh dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Selain membantu menjaga kesehatan pencernaan, konsumsi makanan berserat dapat mendukung pengelolaan berat badan. Menjaga berat badan tetap sehat merupakan salah satu langkah yang dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara, terutama pada perempuan setelah menopause.
Sayuran seperti brokoli dan bayam serta buah-buahan yang beragam dapat menjadi bagian dari menu harian. Dengan mengonsumsi berbagai jenis bahan pangan, tubuh juga mendapatkan vitamin, mineral, dan senyawa alami yang mendukung kesehatan. Meski demikian, konsumsi makanan tinggi serat tidak bisa dianggap sebagai jaminan seseorang bebas dari kanker payudara.
Selain serat, dr. Andi Sitti Tandina menyarankan konsumsi sumber protein rendah lemak. Protein dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan serta menunjang berbagai fungsi tubuh.
Sumber protein tidak harus selalu berasal dari hewan. Protein nabati juga dapat menjadi pilihan, misalnya tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sementara itu, protein hewani bisa diperoleh dari ikan, telur, ayam tanpa kulit, serta produk susu sesuai kebutuhan nutrisi.
Mengombinasikan sumber protein nabati dan hewani dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Cara pengolahan juga perlu diperhatikan, misalnya dengan merebus, mengukus, memanggang, atau menumis menggunakan minyak secukupnya.
Dalam pembahasan mengenai pola makan untuk membantu mencegah kanker payudara, dr. Andi Sitti Tandina menekankan bahwa tidak ada makanan tertentu yang secara langsung menjamin seseorang terhindar dari penyakit tersebut.
Karena itu, upaya menjaga kesehatan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan. Pola makan secara keseluruhan perlu diperhatikan, termasuk mengonsumsi beragam sayuran, buah-buahan, sumber protein yang baik, serta membatasi makanan ultra-proses dan daging olahan.
Kanker payudara sendiri dipengaruhi berbagai faktor, seperti usia, riwayat keluarga, faktor genetik, paparan hormon, dan gaya hidup. Artinya, perempuan yang sudah menjalani pola makan sehat tetap dapat mengalami kanker payudara.
Selain menjaga pola makan, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara, antara lain melakukan aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan sehat, membatasi konsumsi alkohol, dan menghindari rokok.
Perempuan juga perlu mengenali perubahan pada payudara, seperti munculnya benjolan baru, perubahan bentuk atau ukuran, kulit yang tertarik, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.
Jika menemukan perubahan tersebut, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Pemeriksaan dan skrining kanker payudara sebaiknya dilakukan sesuai usia, faktor risiko, serta rekomendasi dokter.
“Sebenarnya, tidak ada makanan khusus yang secara langsung bisa menjamin seseorang terhindar dari kanker. Namun, pola makan yang disarankan adalah mengonsumsi makanan tinggi serat dan sumber protein rendah lemak,” ujar dr. Andi Sitti Tandina.
“Untuk sumber protein, boleh berasal dari protein nabati maupun hewani. Protein nabati bisa diperoleh dari tahu, tempe, dan kacang-kacangan, sedangkan protein hewani bisa berasal dari ikan, ayam tanpa kulit, dan sumber protein rendah lemak lainnya,” lanjutnya.
“Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya satu jenis makanan, melainkan pola makan secara keseluruhan, dengan mengutamakan makanan bergizi seimbang,” tutup dr. Andi Sitti Tandina.
(Djanti Virantika)