Muntah dan diare yang berlangsung berulang dapat menyebabkan bayi kehilangan cairan tubuh. Pada bayi baru lahir, kondisi ini perlu diperhatikan karena dehidrasi dapat berkembang dengan cepat.
Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai meliputi berkurangnya frekuensi buang air kecil, mulut tampak kering, bayi semakin lemas, serta kesulitan menyusu. Jika bayi mengalami muntah berulang atau diare, orang tua sebaiknya tidak memberikan air putih, larutan rehidrasi, atau cairan lainnya tanpa arahan tenaga kesehatan, terutama pada bayi berusia di bawah satu bulan.
Tetap berikan ASI jika bayi mampu menyusu. Pemberian ASI bisa dilakukan sambil segera mencari pertolongan medis apabila terdapat tanda bahaya.
“Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua jika bayi berusia kurang dari satu bulan mengalami demam, muntah terus-menerus, atau menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa? Saran saya, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan,” tutur dr. Atika.
“Bayi berusia di bawah satu bulan lebih rentan mengalami dehidrasi, terutama jika muntah berulang. Selain itu, pemberian obat pada bayi harus memperhatikan usia, berat badan, dan kondisi kesehatannya sehingga dosisnya harus tepat,” sambungnya.
Jika bayi berusia di bawah satu bulan telanjur mengonsumsi telur mentah atau makanan lain yang tidak sesuai dengan usianya, orangtua sebaiknya tidak panik. Tapi, orangtua harus segera mengambil langkah yang tepat.
Pertama, hentikan pemberian makanan tersebut. Jangan mencoba memberikan makanan atau ramuan lain untuk menetralkan efeknya. Kedua, hubungi dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan arahan, terutama jika makanan yang diberikan berisiko terkontaminasi bakteri.
Ketiga, segera bawa bayi ke instalasi gawat darurat jika muncul gejala seperti muntah berulang, diare, sulit menyusu, lemas, atau perubahan perilaku yang tidak biasa. Orangtua juga perlu mengingat kapan makanan diberikan, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, serta gejala yang muncul. Informasi tersebut dapat membantu dokter melakukan penilaian.
“Karena itu, orang tua sebaiknya tidak melakukan pengobatan sendiri (self-medication) tanpa arahan tenaga medis. Terlebih, bayi yang usianya masih sangat muda membutuhkan perhatian khusus dan penanganan yang tepat,” jelas dr. Atika.
Bayi yang berusia kurang dari tiga bulan dan mengalami suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih harus segera mendapatkan pemeriksaan medis, meskipun masih terlihat cukup aktif. Pada bayi baru lahir, infeksi serius dapat terjadi tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Karena itu, orangtua tidak disarankan menunggu demam turun sendiri atau mencoba pengobatan rumahan terlebih dahulu. Hal serupa berlaku apabila bayi mengalami muntah berulang, muntah berwarna hijau, tinja berdarah, kesulitan bernapas, kejang, atau sulit dibangunkan. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera.
Pemberian obat juga harus dilakukan dengan hati-hati. Dosis obat pada bayi sangat bergantung pada usia, berat badan, dan kondisi kesehatannya. Pengobatan sendiri tanpa arahan dokter berisiko menimbulkan masalah tambahan.
(Djanti Virantika)