Media Sosial Bisa Picu Depresi pada Anak Muda, Ini Penjelasan Kemenkes

Niko Prayoga , Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 08:05 WIB
Ilustrasi depresi pada remaja disebabkan oleh media sosial. (Foto: dok Magnific)
Share :

“Jadi, depresi sendiri itu kan memang ada gangguan, gangguan dari seseorang, dari kejiwaan seseorang yang tidak langsung depresi gitu. Jadi dia tuh akan memasuki tahap-tahap yang lain, misalnya dia kesulitan untuk menerima apakah ini suatu kenyataan atau ini suatu realitas,” katanya.

Imran menambahkan bahwa kapasitas tiap individu dalam merespons tekanan mental atau stresor sangat berbeda-beda. Karena itu, pendampingan medis menjadi langkah krusial ketika seseorang telah menunjukkan gejala depresi.

“Kemudian juga yang sering terjadi adalah bagaimana mereka tuh menerima stres. Nah, kadarnya orang menerima stresor itu juga tidak sama, sehingga ya oke, bersyukur memang penting, tetapi kalau sudah pada taraf yang dia memang butuh pengobatan, ya dia harus diobati. Kalau enggak, dia akan terus turun dan terus kondisinya tambah jelek,” ungkapnya.

Deteksi Dini untuk Langkah Penanganan Awal

Sebagai langkah penanganan awal, penting bagi individu maupun keluarga untuk menyadari kondisi emosional dan tidak ragu mencari bantuan profesional medis ketika kesehatan mental mulai terganggu. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin memanfaatkan layanan pemeriksaan dini guna mendeteksi potensi gangguan mental sedini mungkin sebelum terlambat.

“Skrining itu membantu kita untuk bisa kita mengetahui, mungkin kita merasa baik-baik saja, tetapi setelah dicek, 'Wah, ini kok mulai tanda bahaya nih,' gitu kan. Nah, jadi dia harus segera untuk mengakses suatu layanan kesehatan. Sehingga kalau seawal mungkin kita bisa mendapatkan pertolongan, itu tidak jatuh terus ke bawah,” pungkasnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya