Lantas, bagaimana cara paling aman untuk merawat area sensitif ini? dr. Aditya menyarankan metode trimming atau sekadar memotong tipis jika ingin meminimalkan trauma pada kulit.
“Tapi kalau kamu mau simpel dan trauma kulit minimal, trim aja. Sisakan rambut beberapa milimeter menggunakan trimmer yang memang bersih. Tapi kalau kamu memang tetap mau shaving, gunakan razor yang bersih dan tajam, shaving gel, terus cukur searah pertumbuhan rambut, jadi jangan berlawanan arah, dan jangan mengulang-ulang area yang sama, itu bisa iritasi,” sarannya.
Pilihan untuk mencukur habis, merapikan, atau membiarkannya tumbuh secara alami kembali pada kenyamanan masing-masing individu. Kunci utamanya terletak pada cara merawat kebersihan area genital secara tepat, bukan pada ada atau tidaknya bulu.
“Jadi kesimpulannya, mau dibiarin? Boleh. Mau di-trim? Boleh. Mau shaving atau waxing? Juga boleh. Karena kebersihan area genital itu bukan ditentukan dari ada atau enggak adanya bulu, tapi bagaimana kamu merawat dan membersihkannya,” pungkas dr. Aditya.
(Djanti Virantika)