Pada formula tersebut, protein telah dipecah menjadi bagian yang lebih kecil atau bahkan dalam bentuk asam amino. Hal ini berbeda dengan formula bebas laktosa yang hanya menghilangkan atau mengurangi kandungan laktosa, bukan protein susu sapi yang dapat memicu alergi.
Meski terlihat memiliki masalah yang serupa, intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi sebenarnya memiliki akar masalah yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami perbedaannya agar tidak keliru dalam menentukan penanganan.
“Gejalanya mungkin terlihat mirip ya, tapi akar masalahnya berbeda, jadi harus jeli banget,” ucap dr. Ardi.
Untuk memastikan kondisi dan penanganan yang tepat, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, terutama jika anak menunjukkan reaksi setelah mengonsumsi susu atau produk turunannya.
(Agustina Wulandari )