Buntut Polemik Billy Syahputra di Bali, Anggota DPD RI Ungkap Warga Lokal Tak Bedakan Wisatawan

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Minggu 04 Oktober 2026 15:11 WIB
Pantai Dreamland, Bali. (Foto: dok Pinterest)
Share :

JAKARTA - Polemik Billy Syahputra dengan pihak pengelola fasilitas di kawasan Pantai Dreamland, Bali, memantik anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, untuk buka suara.

Arya menyampaikan pandangannya melalui video yang diunggah pada Sabtu (3/10/2026). Meski tidak terang-terangan menyebut nama Billy, sejumlah pernyataannya jelas menyinggung persoalan yang tengah ramai dibicarakan, termasuk soal artis yang datang ke Bali dan kemudian mempermasalahkan pelayanan.

Arya mengawali videonya dengan menjelaskan bahwa masyarakat Bali menurutnya sudah terbiasa dengan kehadiran para artis, termasuk selebritas dari luar negeri.

“Orang Bali itu enggak pernah heran sama yang namanya artis,” ujar Arya dalam videonya.

Menurut Arya, salah satu alasan Bali menjadi tempat yang nyaman bagi para selebritas adalah karena masyarakat setempat terbiasa memberikan ruang privasi kepada mereka.

“Kita tidak pernah mengganggu, kita tidak pernah haus validasi, dan orang-orang Bali itu enggak seperti yang lain minta foto, minta selfie, mengganggu, enggak. Di Bali itu privacy nomor satu,” lanjutnya.

Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Artis

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna. (Foto: dok Instagram/aryawedakarna)

Arya mengatakan bahwa masyarakat Bali juga tak merasa perlu memberikan perlakuan khusus kepada artis.

“Kalau ada artis dari luar negeri, dari luar Bali datang, ya biasain aja. Sama aja dengan pelayanan masyarakat biasa. Enggak usah diistimewakan, enggak usah terlalu didewa-dewakan, biasa-biasa saja sesuai dengan standar,” kata Arya.

Arya juga menyinggung artis atau content creator yang menurutnya memiliki catatan negatif, karena pernah membuat konten atau komentar yang dianggap menjelek-jelekkan Bali maupun masyarakat setempat. Ia kemudian mengimbau warga Bali untuk tak perlu bersikap berlebihan terhadap artis yang berkunjung ke sana.

“Kepada anak-anak muda Bali di seluruh wilayah ya, besok-besok kalau ketemu artis, ketemu apa yang punya catatan jelek, ya, maksudnya yang suka buat konten-konten negatif, yang suka berkomentar jelek-jelek tentang semeton kita gitu ya, ya udah,” ujarnya.

“Enggak usah minta foto, enggak usah salaman, nanti kita takut mengganggu privacy katanya, privacy,” lanjut Arya.

Pelayanan yang Sama untuk Setiap Wisatawan

Arya juga mengingatkan pelaku usaha pariwisata di Bali agar tetap memberikan pelayanan kepada seluruh wisatawan tanpa diskriminasi. Arya menekankan bahwa status sebagai konsumen maupun artis bukan berarti seseorang otomatis mendapatkan perlakuan khusus.

Namun ia juga dengan tegas mengingatkan bahwa pengunjung yang datang ke Bali tidak boleh berperilaku seenaknya.

“Pesan saya pertama: jangan ada diskriminasi. Layani wisatawan asing, wisatawan domestik, mau ada duit, mau enggak ada duit, mau wisatawan kaya atau kere, layani dengan baik,” katanya.

“Yang namanya konsumen itu jangan mentang-mentang konsumen itu adalah raja, ya enggak gitu konsepnya,” ujarnya.

Ia meminta para wisatawan tetap menghargai masyarakat Bali. “Mentang-mentang kita daerah pariwisata, tapi kita bisa dihina-hina, kita bisa dijelek-jelekkan, bukan gitu konsepnya. Orang Bali kan ada harga diri,” kata Arya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya