Pola makan tinggi gula diduga dapat memengaruhi peradangan dan keseimbangan mikrobioma usus yang kemudian berhubungan dengan kesehatan otak dan suasana hati. Salah satu penelitian di 2017 menemukan bahwa pria yang mengonsumsi setidaknya 67 gram gula per hari memiliki risiko diagnosis depresi 23 persen lebih tinggi dalam lima tahun dibandingkan yang mengonsumsi kurang dari 40 gram per hari.
Mengurangi makanan tinggi gula bukan berarti harus langsung berhenti total. Rasa tidak nyaman bisa muncul apabila mengurangi gula secara tiba-tiba. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain mudah marah, lelah, bingung, atau merasa cemas.
Mengurangi makanan dan minuman manis secara bertahap bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dilakukan. Daripada, kamu harus langsung menghilangkannya dari pola makan.
(Djanti Virantika)